BERPIKIR ILMIAH
DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH
Disusun untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Strategi Belajar Mengajar
Dosen Pengampuh Dr.Suranto, M.Pd
Oleh:
Rusydah
Binta Qur-aniyah (120210302032)
PRODI
PENDIDIKAN SEJARAH
JURUSAN
ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
FAKULTAS
KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS
JEMBER
2014
KATA PENGANTAR
Puji syukur ke Hadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas
segala rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah yang
berjudul“ Berpikir Ilmiah
Dalam Pembelajaran Sejarah”. Makalah ini disusun untuk memenuhi salah satu syarat menyelesaikan
materi kuliah Strategi Belajar Mengajar.
Penyusunan makalah ini tidak lepas dari
bentuk berbagai pihak. Oleh karena itu, penulis disini menyampaikan terima
kasih kepada:
1. Dr. Suranto, M.Pd., yang telah memberikan bimbingan
dan arahan dalam pembuatan makalah ini.
2.
Teman-teman yang telah memberikan motivasi, dan telah memberikan masukan-masukan
dalam pembuatan makalah ini.
3.
Para penulis yang sumber penulisannya telah kami kutip sebagai bahan
rujukan.
Penulis berharap makalah ini dapat memberikan
manfaat kepada pembaca dan juga membantu pembaca untuk lebih memahami mengenai
materi trategi
Belajar Mengajar. Selain itu penulis juga
menerima segala kritikan dan saran dari semua pihak demi kesempurnaan makalah
ini.
Jember, 26 Oktober 2014
Penulis
DAFTAR ISI
halaman
BAB 1. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Berpikir merupakan ciri utama manusia
yang membedakannya dengan makhluk lain. Dengan dasar berpikir manusia
mengembangkan berbagai cara untuk dapat mengubah keadaan alam guna kepentingan
hidupnya. Kegiatan berfikir kita lakukan dalam keseharian dan kegiatan ilmiah.
Berpikir merupakan upaya manusia dalam memecahkan masalah. Secara garis besar
berpikir dapat dibedakan menjadi berpikir alamiah dan berpikir ilmiah. Berpikir
alamiah adalah pola
penalaran yang berdasarkan kebiasaan sehari-hari dari pengaruh alam
sekelilingnya, sedangkan berpikir ilmiah adalah pola penalaran berdasarkan pola
dan sarana tertentu secara teratur. Berfikir ilmiah merupakan berfikir dengan
langkah-langkah metode ilmiah seperti perumusan masalah, pengajuan hipotesis,
pengkajian literatur, menguji hipotesis, menarik kesimpulan. Kesemua
langkah-langkah berfikir dengan metode ilmiah tersebut harus didukung dengan
alat/sarana yang baik sehingga diharapkan hasil dari berfikir ilmiah yang kita
lakukan mendapatkan hasil yang baik.
Sarana ilmiah pada dasarnya merupakan
alat membantu kegiatan ilmiah dalam berbagai langkah yang harus ditempuh.
Tujuan mempelajari sarana ilmiah adalah untuk memungkinkan kita melakukan
penelaahan ilmiah secara baik, sedangkan tujuan mempelajari ilmu dimaksudkan
untuk mendapatkan pengehahuan yang memungkinkan untuk bisa memecahkan masalah
sehari-hari. Ditinjau dari pola berfikirnya, maka maka ilmu merupakan gabungan
antara pola berfikir deduktif dan berfikir induktif, untuk itu maka penalaran
ilmiah menyadarkan diri kepada proses logika deduktif dan logika induktif.
Penalaran ilmiah mengharuskan kita menguasai metode penelitian ilmiah yang pada
hakekatnya merupakan pengumpulan fakta untuk mendukung atau menolak hipotesis
yang diajukan.
Kemampuan berfikir ilmiah yang baik
harus didukung oleh penguasaan sarana berfikir ini dengan baik pula. Salah satu
langkah kearah penguasaan itu adalah mengetahui dengan benar peranan
masing-masing sarana berfikir tersebut dalam keseluruhan berfikir ilmiah
tersebut. Untuk dapat melakukan kegiatan ilmiah dengan baik, maka diperlukan
sarana yang berupa bahasa, logika, matematika dan statistik.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan
rincian yang telah dikemukakan sebelumnya, dapat ditarik
rumusan masalah sebagai berikut:
1.
Apa definisi berpikir
kritis (Critical Thinking)?
2.
Bagaimana teori berpikir
kritis (Critical Thinking)?
3.
Apa saja factor yang
mempengaruhi berpikir kritis (Critical Thinking)?
4.
Bagaimana
perkembangan berpikir kritis (Critical Thinking)?
1.3 Tujuan
Sesuai dengan rumusan masalah diatas, tujuan
dari makalah ini yaitu untuk
mengetahui dan memahami:
1.
Mengetahui definisi
berpikir
kritis (Critical Thinking).
2.
Mengetahui teori
berpikir
kritis (Critical Thinking).
3.
Mengetahui
kemajuan factor yang mempengaruhi berpikir kritis (Critical Thinking).
4.
Mengetahui perkembangan
berpikir
kritis (Critical Thinking).